Rabu, 11 Desember 2013

BOLLYWOOD

BOLLYWOOD


Sebelum saya menceritakan kisah saya mulai awal suka Bollywood. Ayo kita baca cerita sejarah atau arti mengenai Bollywood....


From Wikipedia, the free encyclopedia

Bollywood is the informal term popularly used for the Hindi-language film industry based in Mumbai (Bombay), Maharashtra, India. The term is often incorrectly used to refer to the whole of Indian cinema; however, it is only a part of the total Indian film industry, which includes other production centres producing films in multiple languages. Bollywood is the largest film producer in India and one of the largest centres of film production in the world.

Bollywood is also formally referred to as Hindi cinema. There has been a growing presence of Indian English in dialogue and songs as well. It is common to see films that feature dialogue with English words (also known as Hinglish), phrases, or even whole sentences.

The name "Bollywood" is a portmanteau derived from Bombay (the former name for Mumbai) and Hollywood, the center of the American film industry.However, unlike Hollywood, Bollywood does not exist as a physical place. Though some deplore the name, arguing that it makes the industry look like a poor cousin to Hollywood, it has its own entry in the Oxford English Dictionary.

The naming scheme for "Bollywood" was inspired by "Tollywood", the name that was used to refer to the cinema of West Bengal. Dating back to 1932, "Tollywood" was the earliest Hollywood-inspired name, referring to the Bengali film industry based in Tollygunge, Calcutta, whose name is reminiscent of "Hollywood" and was the center of the cinema of India at the time.[9] It was this "chance juxtaposition of two pairs of rhyming syllables," Holly and Tolly, that led to the portmanteau name "Tollywood" being coined. The name "Tollywood" went on to be used as a nickname for the Bengali film industry by the popular Kolkata-based Junior Statesman youth magazine, establishing a precedent for other film industries to use similar-sounding names, eventually leading to the term "Bollywood" being coined.[10] However, more popularly, Tollywood is now used to refer to the Telugu Film Industry in Andhra Pradesh. The term "Bollywood" itself has origins in the 1970s, when India overtook America as the world's largest film producer. Credit for the term has been claimed by several different people, including the lyricist, filmmaker and scholar Amit Khanna,[11] and the journalist Bevinda Collaco.

The naming scheme for "Bollywood" was inspired by "Tollywood", the name that was used to refer to the cinema of West Bengal. Dating back to 1932, "Tollywood" was the earliest Hollywood-inspired name, referring to the Bengali film industry based in Tollygunge, Calcutta, whose name is reminiscent of "Hollywood" and was the center of the cinema of India at the time.[9] It was this "chance juxtaposition of two pairs of rhyming syllables," Holly and Tolly, that led to the portmanteau name "Tollywood" being coined. The name "Tollywood" went on to be used as a nickname for the Bengali film industry by the popular Kolkata-based Junior Statesman youth magazine, establishing a precedent for other film industries to use similar-sounding names, eventually leading to the term "Bollywood" being coined.[10] However, more popularly, Tollywood is now used to refer to the Telugu Film Industry in Andhra Pradesh. The term "Bollywood" itself has origins in the 1970s, when India overtook America as the world's largest film producer. Credit for the term has been claimed by several different people, including the lyricist, filmmaker and scholar Amit Khanna,[11] and the journalist Bevinda Collaco.

The 1930s and 1940s were tumultuous times: India was buffeted by the Great Depression, World War II, the Indian independence movement, and the violence of the Partition. Most Bollywood films were unabashedly escapist, but there were also a number of filmmakers who tackled tough social issues, or used the struggle for Indian independence as a backdrop for their plots.

In 1937, Ardeshir Irani, of Alam Ara fame, made the first colour film in Hindi, Kisan Kanya. The next year, he made another colour film, a version of Mother India. However, colour did not become a popular feature until the late 1950s. At this time, lavish romantic musicals and melodramas were the staple fare at the cinema.


Terjemahan dalam Bhs.Indonesia

Dari Wikipedia, ensiklopedia bebas

Bollywood adalah istilah informal yang populer digunakan untuk industri Hindi-bahasa film yang berbasis di Mumbai (Bombay), Maharashtra, India. Istilah ini sering salah digunakan untuk merujuk pada seluruh film India, namun, itu hanya bagian dari total industri film India, yang meliputi sentra produksi lain memproduksi film dalam berbagai bahasa. Bollywood adalah produsen film terbesar di India dan salah satu pusat terbesar dari produksi film di dunia.

Bollywood juga secara resmi disebut sebagai bioskop Hindi. Telah ada kehadiran tumbuh Indian Inggris dalam dialog dan lagu juga. Hal ini umum untuk melihat film-film yang menampilkan dialog dengan kata-kata bahasa Inggris (juga dikenal sebagai Hinglish), frasa, atau bahkan seluruh kalimat.

Nama "Bollywood" adalah portmanteau berasal dari Bombay (nama mantan Mumbai) dan Hollywood, pusat film industri.Namun Amerika, tidak seperti Hollywood, Bollywood tidak ada sebagai tempat fisik. Meskipun beberapa menyayangkan nama, dengan alasan bahwa hal itu membuat industri terlihat seperti sepupu miskin ke Hollywood, ia memiliki entri sendiri dalam Oxford English Dictionary.

Skema penamaan untuk "Bollywood" terinspirasi oleh "Tollywood", nama yang digunakan untuk merujuk ke bioskop Bengal Barat. Dating kembali ke tahun 1932, "Tollywood" adalah awal di Hollywood-terinspirasi nama, mengacu pada industri film Bengali yang berbasis di Tollygunge, Calcutta, yang namanya mengingatkan "Hollywood" dan merupakan pusat bioskop India pada saat itu. Itu ini "kesempatan penjajaran dari dua pasang berima suku kata," Holly dan Tolly, yang mengarah ke nama portmanteau "Tollywood" yang diciptakan. Nama "Tollywood" kemudian digunakan sebagai julukan bagi industri film Bengali oleh majalah remaja populer Kolkata berbasis SMP Statesman, menetapkan preseden bagi industri film lainnya menggunakan nama yang mirip-terdengar, akhirnya mengarah ke istilah "Bollywood "yang diciptakan. Namun, lebih populer, Tollywood sekarang digunakan untuk merujuk pada Telugu Industri Film di Andhra Pradesh. Istilah "Bollywood" itu sendiri memiliki asal-usul pada 1970-an, ketika India menyalip Amerika sebagai produser film terbesar di dunia. Kredit untuk istilah ini telah diklaim oleh beberapa orang yang berbeda, termasuk penulis lirik, pembuat film dan sarjana Amit Khanna, dan wartawan Bevinda Collaco.

Raja Harishchandra (1913) oleh Dadasaheb Phalke, dikenal sebagai film bisu pertama kali dibuat di India. Pada 1930-an, industri ini memproduksi lebih dari 200 film per annum.The suara film India pertama, Ardeshir Irani di Alam Ara (1931), adalah sukses komersial utama. Ada jelas pasar yang besar untuk talkie dan musikal, Bollywood dan semua industri film daerah dengan cepat beralih ke suara syuting.

1930-an dan 1940-an yang penuh gejolak: India telah diterjang oleh Depresi Besar, Perang Dunia II, gerakan kemerdekaan India, dan kekerasan Partisi tersebut. Sebagian besar film-film Bollywood yang eskapis tanpa malu-malu, tapi ada juga sejumlah pembuat film yang ditangani isu-isu sosial yang sulit, atau digunakan perjuangan kemerdekaan India sebagai latar belakang untuk plot mereka.

Pada tahun 1937, Ardeshir Irani, Alam Ara ketenaran, membuat film berwarna pertama di Hindi, Kisan Kanya. Tahun berikutnya, ia membuat film warna lain, versi Mother India. Namun, warna tidak menjadi fitur populer sampai akhir 1950-an. Pada saat ini, musikal romantis mewah dan melodrama yang tarif pokok di bioskop.

Sedikit Cerita saya sudah lama suka nonton film Bollywood sejak TK. Setiap pulang sekolah saya selalu stanby depan tv. Terutama tv di saluran tv negara Malaysia. Waktu itu jaman parabola. Saya selalu nonton waktu jaman Mithun. Setiap nonton film isinya perang, perkelahian, penculikan dsb. Kalo film Bollywood saya langsung kebingungan setengah mati. Ya Ampyun segitu parahnya diriku jika sehari aja tanpa nonton Bollywood.... ^_^

Waktu pertama kali saya mulai suka Bollywood kelas 6 SD. Pertama kali saya suka artis adalah Rani Mukherjee yang sekarang menjadi nama Rani Mukherji. Di mataku Rani itu manis sekali, lembut, kalem. Saya suka orang kayak gitu. Apalagi senyumannya Rani. Oh Rabba betapa cantiknya dia. Aku ingin sekali seperti Rani.... ^_^

Saya suka sekali Rani dan SRK main film bareng. Bagiku dimataku mereka pasangan serasi. Apalagi chemmytery mereka dapat banget berperan sebagai suami-istri. Mereka berdua adalah very-very perfect.Saya tidak bosan nonton mereka berdua.


FOTO SRK & RANI

Tahun 2008 adalah moment bahagia saya. Di saat itu saya baru lulus SMA. Pertama kali orang yang sesama pecinta Bollywood yang kenalan dengan saya nama Vijay Kumar yang bernama asli Rudi Wijaya kawasan Blitar. Pertama kali kenalan anak kampret itu waktu saya duduk di kelas 2 SMA.

Setiap saya angkat telp tu anak kampret selalu menyetel lagu Bollywood. Dalam hati saya mengatakan " Dasar orang aneh ". Dan otomatis saya tutup telp. Saya sering sekali di sms, telp sama anak kampret. Di mata saya buruk kalo kenalan sama anak kampret.


FOTO MBAK VIROH

Tahun 2008 pada awalnya saya sering dengerin acara musik Bollywood radio bahkan semenjak saya punya hp. Saya sering dengerin sekaligus gabungan lewat sms. Jujur saya belum berani gabungan lewat via telp.

Pada saat saya setelah dengerin radio. Alamak betapa kagetnya saya dapat sms dari penyiar cantik berlengsung pipit seperti Preity Zinta. Siapa lagi namanya Siti Maghviroh. Jujur pada saat itu saya syok, kaget, seneng, deg-degan hampir jantung copot pokokny campur-campur dech.... ^_^

Ternyata mbak Viroh ngajak saya ikut rapat mengenai acara perkumpulan fans di radionya. Alamak dalam hati saya katakan " Ane khan orang baru. So ane gak tau apa-apa ". Pas waktu saya datang mbak Viroh sudah stanby di depan pintu kayak satpam sambil senyum-senyum sendiri( Huahahahahahahahahahahahahaha....). Terus terang saya malu banget.

Sejak itulah saya pertama kali kenalan Mbak Ida Yuliana, mbk Dwi Trisnawati,mbak Novia Parmayanti, Rohmani dll. Pas hari H acaranya ada sebuah insiden ayah sahabatku SMA meninggal dunia. Saya bingung milih yang mana???

Akhirnya saya memilih untuk datang.Walaupun saya gak tega melihat sahabat saya sedang berduka. Sebelum acara mulai mbak Dwi cerita ke saya tentang Aftab alias Hasan. Jujur dalam hati saya sering denger nama orang itu di radio tapi saya tidak tahu orangnya. Waktu pulangnya saya salamin tangan semuanya. Pada saat saya salaman si Aftab. Tu anak mandangin saya terus. Dalam hati saya " Bodo amat " (Alias cuek. Jahat banget diriku sama orang. Hahahahahahahahahahahahaha....).

Semenjak itulah kami semua bertaman. Saya pernah menyukai salah satu penyiar namun cinta saya adalah " Bertepuk Sebelah Tangan "(Huahahahahahahahahahahahahaha...). Namun alhamdulillah semuanya dapat di atasi.

Tahun 2009 saya dikasih kesempatan ikut lagi acara tersebut. Lagi-lagi saya ditantang sma Aftab jelek tersebut. Namanya saya ditantang orang otomatis saya beranilah. Saya selalu maju kalo ada orang nantang sama saya tapi lihat-lihat dulu tantangannya apa.

Dari ambil kesimpulannya semenjak saya kenalan sama sesama fans Bollywood. Banyak sekali segi positif maupun negatif dan juga pengalaman yang saya ambil. Semua kenangan terindah tidak kulapakan.

Sampai sekarang saya masih suka degerin musik lewat hp dan juga nonton film Bollywood di laptop, tv, internet dsb. Setiap saya nonton ketawa, sedih, terharu dsb. Namanya juga terbawa arus cerita film.

Sampai kapanpun Bollywood adalah favoritku. Saya tidak malu jadi fans penggila Bollywood. Alhamdulillah sampai sekarang saya masih suka artis Rani sama SRK main satu frame film. Saya always berharap mereka main film lagi. Saya juga suka film-film karangan dari Dharma Production milik keluarga Johar. Terutama Karan Johar setiap membuat film always membawa arus cerita yang mendalam. Saya salut sama Karan Johar. Saya selalu berkeinginan kapan bisa ketemu Karan Johar, SRK, Rani. Bila perlu bikin film bareng (Huahahahahahahahahahahahahahahahah....).... ^_^


Mau share cerita film Bombay Talkies (2013)

Bombay Talkies (film)


From Wikipedia, the free encyclopedia

Bombay Talkies is a 2013 Indian anthology film consisting of four short films, directed by Anurag Kashyap, Dibakar Banerjee, Zoya Akhtar and Karan Johar.The film released on May 3, 2013, coinciding with and celebrating the centenary year of Indian cinema and the beginning of a new era in modern cinema. It was screened at the 2013 Cannes Film Festival on May 17, 2013.


Ajeeb Dastaan Hai Yeh

Directed by Karan Johar

The short film begins with Avinash (Saqib Saleem), a young man, bursting into his house. He wakes his father and pushes him against the wall declaring that he is homosexual. He leaves his parents house, distraught and heartbroken but ready for a new start. He passes a girl at a train station singing "Ajeeb Dastan Hain Ye." Gayatri (Rani Mukherjee) is married to Dev (Randeep Hooda). Gayatri, who works for a magazine meets Avinash, the new intern. Avinash informs her that he's gay and is shocked to see that it doesn't shock her. They gradually become very close. On his birthday, Gayatri invites Avinash home for dinner. That evening, Gayatri tells Dev that Avinash is gay. Dev seems shocked.
During dinner, Avinash and Dev find that they both share a love for old Hindi films and music. Avinash leans over Dev to look at something on the table and Dev visibly reacts. The next day,Gayatri leaves for some work. Avinash goes to her house to meet Dev. He gives him a CD and then invites him to come out. (A funny play on "coming out of the closet.") Avinash takes Dev to meet the little girl who sings "Lag jaa gale." Dev is shocked. He pays the girl a lot of money and asks her what she plans on doing with it. She says she will buy food for her brothers and sisters. He asks her if she's lying. She curtly replies that she isn't, and telling lies is bad.
By this point, Avinash is sure that Dev is gay but hasn't come out of the closet. The next day he meets Gayatri who happily informs him that she and Dev had amazing sex the last night. Avinash is disappointed and angry, knowing fully well that he is the reason for Dev's good mood.
He goes to meet Dev at work. He admits that he took the one hour journey between the offices just to meet him. Dev is embarrassed and asks him to leave. Avinash reaches over to hug him sensually, alarming Dev. Dev loses his temper and begins to beat Avinash up. Avinash leaves Dev, and goes back home. The beating he received from Dev triggers memories of his own father beating him up upon discovering his sexuality.
Dev visits him to apologize. He seems torn and after hitting Avinash again and throwing him against the cupboard, he kisses him. Again, Dev begins to hit Avinash. Avinash loses his temper and throws Dev out.
Avinash then goes and tells Gayatri that her husband kissed him. Gayatri is infuriated and doesn't listen to anything else Avinash has to say and goes home. Dev enters and tries to kiss her, but she pushes him away and begins to wipe her face. She tells him that she now knows that the there's nothing wrong with her but with him and that he is the reason their marriage failed. She says she's glad she's free now and informs him that their relationship is over.
In the final scene we see Avinash sitting on his bed, upset. We see Dev beside the young girl who is singing, Gayatri has kicked him out. And we see Gayatri putting on make up. The film ends on an ironical note. The young girl asks Dev for money and he says that he doesn't have any. She says that he's lying. He replies that he isn't, and lying is bad, mirroring her words from earlier. The irony being, that his whole marriage and life was a lie.

Star

Directed by Dibakar Banerjee

The story is an adaptation of Satyajit Ray's short story "Patol Babu, Film Star". A failed actor (Nawazuddin Siddiqui) is struggling to make a living after his father’s death. He wants every work should come home to him to offer him work. One day he meets his master's spirit and learns the lesson of life that work is not God's Gift and one only gets it when one tries. In a turn of events he stumbles upon his last chance to prove himself to the world and more importantly, to his daughter (this last point is adapted from Ray's another short story, "Pterodactyl-er Dim").

Sheila Ki Jawaani

Directed by Zoya Akhtar

A 12 year old boy (played by Naman Jain) aspires to be a Bollywood dancer. His father however wants him to be a football player. The boy is a Katrina Kaif fan and loves dancing to "Sheila Ki Jawani." During a TV interview he hears Katrina Kaif talk about breaking conventions of society and following dreams regardless of the obstacles that come in ones way. He is encouraged by what he hears from his idol. In his parents absence, he dresses up like 'Sheila' and performs for himself and his sister. One day he is caught by his parents and is rebuked for his inappropriate behavior. Meanwhile, his sister wants to go on a School trip but is refused Rs. 2000 by their father because he had spent funds on the son's football training. She is rather disappointed that the parents are so focused on his football training while he doesn't even enjoy football. It is then that the brother comes to his sister's rescue and offers to perform to collect money for her trip. They then decide to organize a small ticketed event at an old garage, where the boy dances to his favorites.

Murabba (Fruit Preserve)

Directed by Anurag Kashyap

Vijay (Vineet Kumar Singh) is from a small town in UP. The story begins with Vijay traveling to Mumbai to fulfill his ailing father's desire. His father (Sudhir Pandey) desires that Vijay meet Bollywood superstar Mr. Amitabh Bachchan, offer and feed him homemade 'murabba' and bring the remaining half for his father. Vijay's father believes that doing so will bring comfort to him and in turn lengthen his life. Vijay is shown struggling to get personal audience with Mr. Bachchan. Hungry, frustrated and penniless, Vijay even takes up an odd job in Mumbai. Eventually, after much struggling and convincing Mr. Bachchan's security guards, he gets to meet Mr. Bachchan personally. Amazed at Vijay's determination and dedication towards his father Mr. Bachchan happily obliges Vijay. He eats half of Vijay's homemade murabba. Satisfied and victorious Vijay now sets on his return journey by train. On his way back he is shown narrating his experiences to fellow passengers. Meanwhile, a co- passenger maliciously breaks the glass jar containing the murabba eaten by Mr. Bachchan while another co-passenger inadvertently squishes it. Disappointed and heartbroken, Vijay has no option but to replace the piece of murabba somehow. He decides to buy a new glass jar and some murabba. He reaches home with the murabba and offer it to his father. The father however is able to detect that something went wrong; his asks his son, where he broke the glass jar? In response, Vijay narrates the truth to him. It is then that the father narrates his own story to Vijay. Just as he had asked Vijay to meet Mr. Bachchan, his grandfather had asked his father to meet Mr. Dilip Kumar, a Bollywood superstar of his times. His grandfather had handed over a jar of honey to his father and had asked that Mr. Dilip Kumar dip his finger into the jar. However, the jar of honey caught ants by the time it reached Mr. Dilip Kumar and the actor refused to dip his finger into it. Vijay's father had then replaced the jar of honey, dipped his own finger into it and taken it back to his father. Unuspectingly, Vijay's grandfather ate honey from the jar for years to come and lived a long life. The movie ends with Vijay's father contemplating how life takes a full circle.

Terjemah Bhs.Indonesia


Dari Wikipedia, ensiklopedia bebas


Bombay Talkies adalah 2013 Film antologi India yang terdiri dari empat film pendek yang disutradarai oleh Anurag Kashyap, Dibakar Banerjee, Zoya Akhtar dan Karan Johar.The film yang dirilis pada 3 Mei 2013, bertepatan dengan dan merayakan tahun seratus film India dan awal dari sebuah era baru dalam sinema modern. Itu diputar di Festival Film Cannes 2013 pada 17 Mei 2013.

Ajeeb Dastaan ​​Hai Yeh

Disutradarai oleh Karan Johar


Film pendek dimulai dengan Avinash (Saqib Saleem), seorang pria muda, meledak ke rumahnya.Dia bangun ayahnya dan mendorongnya ke dinding menyatakan bahwa ia adalah homoseksual. Dia meninggalkan rumah orang tuanya, putus asa dan patah hati tapi siap untuk memulai yang baru. Ia melewati seorang gadis di sebuah stasiun kereta api bernyanyi "Ajeeb Dastan Hain Ye." Gayatri (Rani Mukherjee) menikah dengan Dev (Randeep Hooda).Gayatri, yang bekerja untuk majalah memenuhi Avinash, magang baru.Avinash memberitahu padanya bahwa dia gay dan terkejut melihat bahwa itu tidak mengejutkan dirinya. Mereka secara bertahap menjadi sangat dekat. Di hari ulang tahunnya, Gayatri mengajak Avinash rumah untuk makan malam. Malam itu, Gayatri mengatakan bahwa Dev Avinash adalah gay.Dev tampaknya terkejut.
Selama makan malam, Avinash dan Dev menemukan bahwa mereka berdua berbagi cinta untuk film-film Hindi lama dan musik. Avinash membungkuk Dev untuk melihat sesuatu di atas meja dan Dev tampak bereaksi. Keesokan harinya, Gayatri meninggalkan untuk beberapa pekerjaan. Avinash pergi ke rumahnya untuk bertemu Dev. Dia memberinya CD dan kemudian mengundang dia untuk keluar. (Sebuah drama lucu di "keluar dari lemari.") Avinash mengambil Dev untuk memenuhi gadis kecil yang menyanyikan "Lag jaa gale." Dev terkejut. Dia membayar gadis itu banyak uang dan bertanya padanya apa yang dia berencana lakukan dengan itu. Dia bilang dia akan membeli makanan untuk saudara-saudaranya. Dia bertanya padanya apakah dia berbohong. Dia singkat menjawab bahwa dia tidak, dan berbohong adalah buruk.
Pada titik ini, Avinash yakin bahwa Dev adalah gay namun belum keluar dari lemari. Keesokan harinya ia bertemu Gayatri yang dengan senang hati memberitahu dia bahwa dia dan Dev berhubungan seks menakjubkan tadi malam. Avinash kecewa dan marah, tahu sepenuhnya dengan baik bahwa ia adalah alasan untuk suasana hati Dev bagus.
Dia pergi menemui Dev di tempat kerja. Ia mengakui bahwa ia mengambil satu jam perjalanan antara kantor hanya untuk bertemu dengannya. Dev merasa malu dan meminta dia untuk pergi. Avinash mencapai lebih memeluknya sensual, mengkhawatirkan Dev. Dev kehilangan emosinya dan mulai memukul Avinash up. Avinash meninggalkan Dev, dan kembali ke rumah. Pemukulan yang ia terima dari Dev memicu kenangan ayahnya sendiri mengalahkan dia setelah menemukan seksualitasnya. Dev mengunjunginya untuk meminta maaf. Dia tampak robek dan setelah memukul Avinash lagi dan melemparkan dia melawan lemari, ia mencium. Sekali lagi, Dev mulai memukul Avinash. Avinash kehilangan emosinya dan melempar Dev keluar.
Avinash kemudian pergi dan mengatakan Gayatri bahwa suaminya menciumnya. Gayatri adalah marah dan tidak mendengarkan apa pun Avinash katakan dan pulang. Dev masuk dan mencoba menciumnya, tapi dia mendorong dia pergi dan mulai menyeka wajahnya. Dia mengatakan kepadanya bahwa ia sekarang tahu bahwa tidak ada yang salah dengan dia, tapi dengan dia dan bahwa ia adalah alasan pernikahan mereka gagal. Dia bilang dia senang dia bebas sekarang dan memberitahu dia bahwa hubungan mereka sudah berakhir.
Dalam adegan akhir yang kita lihat Avinash duduk di tempat tidurnya, marah. Kita melihat Dev samping gadis muda yang bernyanyi, Gayatri telah mendepaknya. Dan kita melihat Gayatri mengenakan make up. Film ini berakhir pada sebuah catatan ironis. Gadis muda meminta Dev untuk uang dan ia mengatakan bahwa ia tidak memiliki. Dia mengatakan bahwa dia berbohong.Dia menjawab bahwa dia tidak, dan berbohong adalah buruk, mencerminkan kata-katanya dari sebelumnya. Ironisnya menjadi, bahwa seluruh pernikahan dan hidupnya itu bohong.

Star


Disutradarai oleh Dibakar Banerjee

Cerita ini merupakan adaptasi dari cerita pendek Satyajit Ray "Patol Babu, Film Star". A gagal aktor (Nawazuddin Siddiqui) sedang berjuang untuk mencari nafkah setelah kematian ayahnya. Dia ingin setiap pekerjaan harus pulang kepadanya untuk menawarkan dia bekerja. Suatu hari ia bertemu roh tuannya dan belajar pelajaran hidup yang pekerjaan tidak Hadiah Allah dan hanya mendapatkannya ketika seseorang mencoba. Dalam gilirannya peristiwa ia tersandung pada kesempatan terakhirnya untuk membuktikan dirinya kepada dunia dan yang lebih penting, untuk putrinya (titik terakhir ini diadaptasi dari cerita pendek Ray lagi, "Pterodactyl-er Dim").

Sheila Ki Jawaani

Disutradarai oleh Zoya Akhtar

Seorang anak berusia 12 tahun (diperankan oleh Naman Jain) bercita-cita menjadi seorang penari Bollywood. Ayahnya namun ingin dia menjadi pemain sepak bola. Anak itu adalah penggemar Katrina Kaif dan mencintai menari untuk "Sheila Ki Jawani." Selama wawancara TV ia mendengar Katrina Kaif berbicara tentang melanggar konvensi masyarakat dan mengikuti mimpi terlepas dari hambatan yang datang dengan cara yang. Dia didorong oleh apa yang ia dengar dari idolanya. Dalam orangtua ketidakhadirannya, ia berpakaian seperti 'Sheila' dan melakukan untuk dirinya sendiri dan adiknya. Suatu hari ia tertangkap oleh orang tuanya dan ditegur karena perilaku yang tidak pantas. Sementara itu, adiknya ingin pergi pada perjalanan sekolah tapi ditolak Rs. Tahun 2000 oleh ayah mereka karena ia telah menghabiskan dana untuk pelatihan sepak bola putra. Dia agak kecewa bahwa orang tua begitu terfokus pada pelatihan sepak bola sementara ia bahkan tidak menikmati sepakbola. Hal ini kemudian bahwa saudara datang untuk menyelamatkan adiknya dan menawarkan untuk melakukan untuk mengumpulkan uang untuk perjalanannya. Mereka kemudian memutuskan untuk menyelenggarakan acara tilang kecil di garasi tua, di mana anak itu menari ke favorit nya.


Disutradarai oleh Anurag Kashyap

Vijay (Vineet Kumar Singh)adalah dari sebuah kota kecil di UP.Cerita dimulai dengan Vijay bepergian ke Mumbai untuk memenuhi keinginan ayahnya yang sakit-nya. Ayahnya (Sudhir Pandey) menginginkan agar Vijay bertemu Bollywood superstar Mr Amitabh Bachchan, menawarkan dan memberinya makan buatan sendiri 'Murabba' dan membawa setengah yang tersisa untuk ayahnya.Ayah Vijay berkeyakinan bahwa hal tersebut akan membawa kenyamanan bagi dia dan pada gilirannya memperpanjang hidupnya. Vijay ditampilkan berjuang untuk mendapatkan audiens pribadi dengan Mr Bachchan.Lapar, frustrasi dan tidak punya uang, Vijay bahkan mengambil pekerjaan aneh di Mumbai. Akhirnya, setelah banyak berjuang dan meyakinkan penjaga keamanan Mr Bachchan, dia bisa bertemu Mr Bachchan pribadi. Kagum pada tekad dan dedikasi Vijay terhadap ayahnya Mr Bachchan bahagia mewajibkan Vijay. Dia makan setengah dari Murabba buatan sendiri Vijay. Puas dan menang Vijay sekarang menetapkan pada perjalanan pulang dengan kereta api-nya. Dalam perjalanan kembali ia ditampilkan menceritakan pengalamannya kepada sesama penumpang. Sementara itu, co-penumpang jahat istirahat botol kaca berisi Murabba dimakan oleh Mr Bachchan sementara yang lain co-penumpang sengaja squishes itu.Kecewa dan patah hati, Vijay memiliki pilihan kecuali untuk mengganti potongan Murabba entah bagaimana.Dia memutuskan untuk membeli segelas jar baru dan beberapa Murabba. Dia mencapai rumah dengan Murabba dan menawarkan kepada ayahnya. Sang ayah namun mampu mendeteksi sesuatu yang tidak beres, ia meminta anaknya, di mana ia memecahkan botol kaca? Sebagai tanggapan, Vijay menceritakan kebenaran kepadanya. Hal ini kemudian bahwa ayah menceritakan kisahnya sendiri untuk Vijay.Sama seperti ia telah meminta Vijay untuk bertemu Mr Bachchan, kakeknya telah meminta ayahnya untuk bertemu Mr Dilip Kumar, superstar Bollywood kali nya. Kakeknya telah menyerahkan sebotol madu untuk ayahnya dan meminta bahwa Mr Dilip Kumar mencelupkan jarinya ke dalam botol itu.Namun, jar madu tertangkap semut pada saat itu mencapai Mr Dilip Kumar dan aktor menolak untuk mencelupkan jarinya ke dalamnya. Ayah Vijay telah lalu menggantikan jar madu, mencelupkan jarinya sendiri ke dalamnya dan dibawa kembali ke ayahnya. Unsuspectingly, kakek Vijay makan madu dari tabung selama bertahun-tahun untuk datang dan menjalani kehidupan yang panjang.Film berakhir dengan ayah Vijay merenungkan bagaimana kehidupan mengambil lingkaran penuh.